Dimana Letak Bahagia Anda?


Abdul, Dimana Letak Bahagia Anda? 

Untuk....

Apa kabarnya hari ini? :-)

Berikut saya kirimkan artikel saya yg ke-6 untuk Abdul! Mudah-mudahan Abdul menyukainya! :-) Jika Abdul ingin berinteraksi dengan saya, Abdul bisa mengunjungi halaman FaceBook ini: http://www.facebook.com/pages/Anne-Ahira-Asian-Brain/156735887976

Saya suka menulis motivasi pendek setiap hari di sana!

Teman saya saat ini ada lebih dari 100 RIBU di facebook, Wew.. emang banyak lol. Setiapkali saya posting, kurang dari 1 jam komentar yang masuk bisa sampai ratusan! Juga, teman-teman saya di Facebook sangat luar biasa! Jika dimintai pendapat, mereka sangat responsif!

Anyway, jika Abdul gabung dengan komunitas ini, maka puluhan ribu teman saya bisa dijadikan teman Abdul juga! :-) Okay Abdul, silakan baca artikel saya di bawah! Salam hangat selalu..

Temanmu,
Anne Ahira
Asian Brain, CEO



---------------------
Main Article :
---------------------

Dimana Letak Bahagia Anda?

Ditulis oleh: Anne Ahira

"Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia" Robert G. Ingersoll

Abdul, apakah saat ini merasa bahagia?

Di mana letak kebahagiaan Abdul .Sesungguhnya? Apakah pada moleknya tubuh?  Jelitanya rupa? Tumpukan harta? ..atau barangkali punya mobil mewah & tingginya jabatan? Jika itu semua sudah Abdul dapatkan, apakah Abdul bisa memastikan bahwa Abdul *akan* bahagia? Hari ini saya akan mengajak Abdul untuk melihat, kalau limpahan harta tidak selalu mengantarkan pada kebahagiaan Dan ini kisah nyata...

Ada delapan orang miliuner yang memiliki nasib kurang menyenangkan di akhir hidupnya. Tahun 1923, para miliuner berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat sukses di zamannya. Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya satu persatu :

=> Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel, Perusahaan besi baja ternama waktu itu.  Dia mengalami kebangkrutan total, hingga harus berhutang untuk membiayai  5 tahun hidupnya sebelum meninggal.

=> Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Pria ini harus       menghabiskan sisa hidupnya dipenjara  Sing Sing.

=> Jesse Livermore (raja saham "The Great Bear" di Wall Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan hak cipta), Leon Fraser (Chairman of Bank of International Settlement), ketiganya memilih mati bunuh diri.

=> Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Hupson sakit jiwa dan meninggal di rumah sakit jiwa.

=> Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, meninggal di negeri orang lain.

=> Albert Fall, anggota cabinet .Presiden Amerika Serikat, meninggal di rumahnya ketika baru saja keluar dari penjara.

Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpah bukan jaminan akhir kehidupan yang bahagia! Kebahagiaan memang menjadi faktor yang begitu didambakan bagi semua orang. Hampir segala tujuan muaranya ada pada kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bias merasakan *hidup* jika sudah menemukan kebahagiaan.

Pertanyaannya, di mana kita bias  mencari kebahagiaan? Apakah di pusat pertokoan? Salon kecantikan yg mahal? Restoran mewah? Di Hawaii? di Paris? atau di mana? Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu dicari kemana-mana... karena ia ada di hati setiap manusia. Carilah kebahagiaan dalam hatimu!  Telusuri 'rasa' itu dalam kalbumu!  Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana... Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana kita sesungguhnya bias mendapatkan kebahagiaan *setiap hari*.

Berikut adalah tips yang bisa Abdul lakukan:

1. Mulailah Berbagi! Ciptakan suasana bahagia dengan cara berbagi dengan orang lain. Dengan cara  berbagi akan menjadikan hidup kita     terasa lebih berarti.

2. Bebaskan hati dari rasa benci,  bebaskan pikiran dari segala   kekhawatiran.    Menyimpan rasa benci, marah atau dengki hanya akan membuat hati merasa tidak      nyaman dan tersiksa.

3. Murahlah dalam memaafkan!  Jika ada orang yang menyakiti, jangan  balik memaki-maki. Mendingan berteriak  "Hey! Kamu sudah saya maafkan!!". Dengan memiliki sikap demikian, hati  kita akan menjadi lebih tenang, dan amarah kita bisa hilang. Tidak percaya? Coba saja! Saya sering melakukannya. :-)

4. Lakukan sesuatu yang bermakna.  Hidup di dunia ini hanya sementara. Lebih baik Abdul gunakan setiap waktu  dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermakna, untuk diri  sendiri, keluarga, dan orang lain. Dengan cara seperti ini maka   kebahagiaan Abdul akan bertambah dan  terus bertambah.

5. Dan yang terakhir, Abdul jangan  terlalu banyak berharap pada orang  lain, nanti Abdul akan kecewa! Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung jawab masing-masing, bukan tanggung jawab teman, keluarga, kekasih, atau orang lain. Lebih baik kita perbanyak harap hanya kepada Yang Maha Kasih dan Kaya. Karena Dia-lah yang menciptakan kita, dan Dia-lah yang menciptakan segala 'rasa', termasuk rasa bahagia yang selalu Abdul inginkan. ^_^'

Sampai bertemu minggu depan! :-)

0 ulasan: