Personal Dari Ahira


Abdul, Personal dari Ahira! 

Untuk....


Hari ini saya tidak menyuguhkan artikel, tapi saya ingin berbagi cerita.  Mudah-mudahan dari pengalaman saya kali ini Abdul bias memetik sebuah pelajaran berharga.

Yuk kita mulai..! :-)

Abdul...

Sejak kecil saya selalu ingin berkelana... Saya ingin terbang, tinggi, bebas, lepas,Seperti burung...Lalu akhirnya dengan menjadi seorang "Internet Marketer", saya bisa mendapatkan apa yang saya inginkan, pergi melanglang buana, ke banyak negara.

Nah, beberapa waktu yang lalu saya pergi ke Korea, dan perjalanan saya ke Korea menyisakan banyak kenangan yang ingin saya ceritakan kepada Abdul.

Hari pertama waktu saya menginjakan kaki di Seoul, saya berkata .."Kaki, hari ini kamu jadi Raja. Saya akan mengikuti segala keinginanmu, silakan kamu berjalan, ke mana pun kamu mau... saya akan mengikutimu!". Itu memang kata-kata yang sering saya lontarkan setiap kali saya pergi ke luar negeri. Berkomunikasi dengan kaki, memang konyol kedengarannya, tapi saya tidak mengada-ada bahwa yang sering terjadi malah hal yang saya anggap luar biasa!

Saat saya memberi kaki keleluasaan untuk membawa saya ke manapun dia mau, dan TANPA PETA, dia sering membawa saya ke tempat-tempat yang pernah saya impikan dari dulu! Aneh? Tapi memang nyata! Sepertinya kaki ini tahu apa  keinginan saya waktu dulu, dan dia menyimpannya di 'memori kaki' hingga akhirnya dia membawa saya ke sana! Begitupun pada perjalanan kali ini... Kaki saya telah membawa saya ke tempat yang saya anggap luar biasa!

Kita 'flashback' dikit ya...! :-)

Ceritanya dulu Abdul, waktu kecil  saya senang sekali nonton film kung-fu. Saya masih ingat dibelikan sepatu kung-fu oleh mama saya dan selalu saya pakai setiap hari tanpa mau dilepas! LOL  ;-) Waktu itu saya membayangkan kalau saya adalah bagian dari sebuah kerajaan kuno, dan tinggal di tempat Raja! Setiapkali sebelum tidur, saya suka ngomong sendiri 'cang cing cong' membayangkan saya sedang ngobrol dengan sekumpulan prajurit Raja dan saya adalah Ratu mereka atau salah satu pendekar dari kerajaan mereka. (mimpi saya memang kekencengan! haa.. ^_^)

Kembali ke masa sekarang...

Nah, hari pertama saat saya tiba di Seoul Korea, saya memutuskan untuk jalan-jalan sore. Sampai saya tiba di sebuah persimpangan jalan.... Mata saya sebenarnya melirik ke sebelah kanan, karena di sebrang sana terlihat ada pameran dan kelihatannya cukup rame! TAPI... ini kaki kok maunya mengajak saya untuk terus berjalan ke arah yang berlawanan (ke arah kiri)! Waktu saya lihat, di sebelah kiri itu malah tidak ada apa-apa! Kosong!

Tapi saya pikir saya tidak mau berkhianat. Hari ini khan kaki menjadi Raja, jadi saya ikuti saja keinginanan dia daripada keinginan mata. Hehe.. Setelah berjalan beberapa saat, tiba-tiba saya mendengar suara tetabuhan... Dung...Dung...Dung...Dung....   dan suara itu datangnya persis dari arah di mana kaki saya mengajak saya untuk berjalan! Dalam hati saya bertanya... "Mau mengajak kemana kamu kaki?" Saya ikuti suara itu, sesuai arah ke mana kaki ingin berjalan! Semakin keras suara tetabuhan itu terdengar, semakin kaki ini mengajak saya untuk berlari.

Sampai akhirnya saya ada di tempat ini...=>  http://www.asianbrain.com/korea/korea/hira.jpg Coba KLIK link di atas! Dan lihat fotonya!

Saya langsung terdiam, kaget, dan tercengang! Tubuh saya tiba-tiba terasa gemetar dan saya seperti melayang! Bagaimana kaki saya bisa membawa saya ke tempat ini tanpa rencana, dan tanpa peta? Kota Seoul itu sangat LUAS. Tapi bagaimana kaki bisa mengajak saya untuk berjalan *pertama kali* ke tempat yang satu ini..? Tempat yang pernah saya impikan waktu saya kecil dulu, di mana saya ingin berdiri di dekat sekumpulan prajurit Raja!! Mimpi itu 'tlah menjadi kenyataan!

Dan saya pun menangis...

Saya menangis...sebagai tanda syukur kepada Yang Maha Kuasa. Dia BEGITU mencintai saya. Segala  mimpi saya selalu Dia kabulkan. Ya! Mimpi saya sekecil apapun, meski saya harus menunggu selama 20 tahun, tapi Dia mengabulkannya! Mengabulkannya...! Untuk kebanyakan orang mungkin melihat pemandangan itu merupakan hal biasa, tapi bagi saya itu LUAR BIASA! Karena pemandangan yang saya lihat waktu itu PERSIS sama seperti yang ada dalam bayangan saya dulu!

Saya ingin memberi tahu Abdul...Waktu kecil saya pernah menggunting sebuah foto untuk kemudian saya perbanyak foto itu dengan cara di foto copy, lalu saya tempelkan foto tersebut pada gambar kota-kota di dunia. Waktu kecil saya tidak bisa cetak foto karena nggak punya uang, jadi mampunya cuma foto copy! hehe..Saya bilang kepada mama saya "Satu saat saya akan keliling dunia".

Setiap orang yang masuk ke kamar saya waktu itu pasti ketawa, karena mereka melihat foto saya yang berbentuk foto copy nempel di dimana-mana. Ya, saya tempelkan satu per satu foto saya pada gambar yang berbeda yaitu kota-kota dunia yang saya ambil dari potongan kalender. Setiap malam sebelum pergi tidur, saya selalu pandangi gambar itu satu per satu. Mengkhayal "Oh iya..ya.. saya tadi sudah dari sana".

Konyolnya, waktu kecil saya juga sering menulis surat ke Kedutaan Besar setiap negara, minta informasi tentang negara-negara mereka, seolah-olah saya mau pergi ke negara mereka bulan depannya! "Tolong Pak, kirimkan segera informasi tentang negara Anda, berikut peta-petanya ya! Karena saya mau kesana"  haha! .Secara logika, siapapun waktu itu mungkin berfikir "Bagaimana bisa seorang Ahira keliling dunia? Ibunya hanya seorang penjual pisang goring keliling, bapaknya buruh pabrik biasa yang juga punya kerja tambahan sebagai sopir angkot"

Tapi Abdul percaya jika saya katakan SEMUA kota/negara yang gambarnya pernah saya temple waktu dulu akhirnya semuanya bisa saya kunjungi! Dan saya pergi bukan dapat ongkos dari orang lain (spt ongkos dari pemerintah atau perusahaan), melainkan dari hasil keringat & kerja keras sendiri. Yaitu dari usaha saya menjalankan Internet Marketing.

Kalau dulu hanya angan-angan, sekarang saya bisa pergi kapan pun dan ke manapun saya mau! Setiap berkelana, saya selalu menginap di hotel bintang 5, menikmati pemandangan yang luar biasa, dan masih banyak lagi...! Nah, anehnya, tidak jarang setiap kali saya pergi ke suatu negara, saya sering punya perasaan "Kayaknya saya pernah ada di sini deh?!" Mungkin karena saya pernah memimpikannya dulu? Entahlah...   Yang jelas, saya memang tidak pernah punya keraguan sedikitpun saat saya bermimpi! 

Saya selalu membiarkan mimpi saya mengalir apa adanya, tidak pernah ada penolakan dalam pikiran... hingga semua itu benar-benar dating dan menjadi kenyataan! Nah, pelajaran apa yang bisa Abdul ambil dari pengalaman saya di atas? Hari ini saya akan menuliskannya dalam satu kalimat... ......."Masa depan adalah milik siapa yang percaya pada keindahan mimpi mereka".  Semoga pengalaman saya bisa menjadi inspirasi untuk Abdul! :-)

Salam hangat selalu,
dari temanmu...

Anne Ahira

Dimana Letak Bahagia Anda?


Abdul, Dimana Letak Bahagia Anda? 

Untuk....

Apa kabarnya hari ini? :-)

Berikut saya kirimkan artikel saya yg ke-6 untuk Abdul! Mudah-mudahan Abdul menyukainya! :-) Jika Abdul ingin berinteraksi dengan saya, Abdul bisa mengunjungi halaman FaceBook ini: http://www.facebook.com/pages/Anne-Ahira-Asian-Brain/156735887976

Saya suka menulis motivasi pendek setiap hari di sana!

Teman saya saat ini ada lebih dari 100 RIBU di facebook, Wew.. emang banyak lol. Setiapkali saya posting, kurang dari 1 jam komentar yang masuk bisa sampai ratusan! Juga, teman-teman saya di Facebook sangat luar biasa! Jika dimintai pendapat, mereka sangat responsif!

Anyway, jika Abdul gabung dengan komunitas ini, maka puluhan ribu teman saya bisa dijadikan teman Abdul juga! :-) Okay Abdul, silakan baca artikel saya di bawah! Salam hangat selalu..

Temanmu,
Anne Ahira
Asian Brain, CEO



---------------------
Main Article :
---------------------

Dimana Letak Bahagia Anda?

Ditulis oleh: Anne Ahira

"Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia" Robert G. Ingersoll

Abdul, apakah saat ini merasa bahagia?

Di mana letak kebahagiaan Abdul .Sesungguhnya? Apakah pada moleknya tubuh?  Jelitanya rupa? Tumpukan harta? ..atau barangkali punya mobil mewah & tingginya jabatan? Jika itu semua sudah Abdul dapatkan, apakah Abdul bisa memastikan bahwa Abdul *akan* bahagia? Hari ini saya akan mengajak Abdul untuk melihat, kalau limpahan harta tidak selalu mengantarkan pada kebahagiaan Dan ini kisah nyata...

Ada delapan orang miliuner yang memiliki nasib kurang menyenangkan di akhir hidupnya. Tahun 1923, para miliuner berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat sukses di zamannya. Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya satu persatu :

=> Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel, Perusahaan besi baja ternama waktu itu.  Dia mengalami kebangkrutan total, hingga harus berhutang untuk membiayai  5 tahun hidupnya sebelum meninggal.

=> Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Pria ini harus       menghabiskan sisa hidupnya dipenjara  Sing Sing.

=> Jesse Livermore (raja saham "The Great Bear" di Wall Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan hak cipta), Leon Fraser (Chairman of Bank of International Settlement), ketiganya memilih mati bunuh diri.

=> Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Hupson sakit jiwa dan meninggal di rumah sakit jiwa.

=> Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, meninggal di negeri orang lain.

=> Albert Fall, anggota cabinet .Presiden Amerika Serikat, meninggal di rumahnya ketika baru saja keluar dari penjara.

Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpah bukan jaminan akhir kehidupan yang bahagia! Kebahagiaan memang menjadi faktor yang begitu didambakan bagi semua orang. Hampir segala tujuan muaranya ada pada kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bias merasakan *hidup* jika sudah menemukan kebahagiaan.

Pertanyaannya, di mana kita bias  mencari kebahagiaan? Apakah di pusat pertokoan? Salon kecantikan yg mahal? Restoran mewah? Di Hawaii? di Paris? atau di mana? Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu dicari kemana-mana... karena ia ada di hati setiap manusia. Carilah kebahagiaan dalam hatimu!  Telusuri 'rasa' itu dalam kalbumu!  Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana... Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana kita sesungguhnya bias mendapatkan kebahagiaan *setiap hari*.

Berikut adalah tips yang bisa Abdul lakukan:

1. Mulailah Berbagi! Ciptakan suasana bahagia dengan cara berbagi dengan orang lain. Dengan cara  berbagi akan menjadikan hidup kita     terasa lebih berarti.

2. Bebaskan hati dari rasa benci,  bebaskan pikiran dari segala   kekhawatiran.    Menyimpan rasa benci, marah atau dengki hanya akan membuat hati merasa tidak      nyaman dan tersiksa.

3. Murahlah dalam memaafkan!  Jika ada orang yang menyakiti, jangan  balik memaki-maki. Mendingan berteriak  "Hey! Kamu sudah saya maafkan!!". Dengan memiliki sikap demikian, hati  kita akan menjadi lebih tenang, dan amarah kita bisa hilang. Tidak percaya? Coba saja! Saya sering melakukannya. :-)

4. Lakukan sesuatu yang bermakna.  Hidup di dunia ini hanya sementara. Lebih baik Abdul gunakan setiap waktu  dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermakna, untuk diri  sendiri, keluarga, dan orang lain. Dengan cara seperti ini maka   kebahagiaan Abdul akan bertambah dan  terus bertambah.

5. Dan yang terakhir, Abdul jangan  terlalu banyak berharap pada orang  lain, nanti Abdul akan kecewa! Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung jawab masing-masing, bukan tanggung jawab teman, keluarga, kekasih, atau orang lain. Lebih baik kita perbanyak harap hanya kepada Yang Maha Kasih dan Kaya. Karena Dia-lah yang menciptakan kita, dan Dia-lah yang menciptakan segala 'rasa', termasuk rasa bahagia yang selalu Abdul inginkan. ^_^'

Sampai bertemu minggu depan! :-)

Sempatkan untuk Mendengar !



"Teman... Mendengarlah dengan sabar, maka kita akan menemukan banyak hikmah dari yang disampaikan orang lain kepada kita"

Dear Abdul,

Hari ini saya ingin menyuguhkan sebuah artikel yg berhubungan dengan  'seni mendengar'. Saya yakin Abdul akan menyukainya! :-) Ok, selamat membaca! Semoga bermanfaat...Salam hangat selalu!

Dari temanmu,
Anne Ahira
Asian Brain, CEO


---------------------
Main Article :
---------------------

Sempatkan Untuk Mendengar!

Ditulis oleh: Anne Ahira

Abdul,

Banyak orang bisa 'berkata', namun sedikit yang mau 'mendengar'. Padahal jika kita mau kembali ke hokum alam, seharusnya kita harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Bukankah Tuhan memberi kita dua telinga dan hanya satu mulut? :-)

Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir. Indra pendengaran lebih dulu berfungsi daripada yang lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih susah daripada berbicara? Meski secara kasat mata mendengar adalah hal yang gampang, namun nyatanya banyak orang yang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan.Mendengarkan merupakan bagian esensi yang menentukan komunikasi efektif.Tanpa kemampuan mendengar yang bagus,biasanya akan muncul banyak masalah.

Yang sering terjadi, kita merasa bahwa kitalah yang paling benar. Kita tidak tertarik untuk mendengarkan opini yang berbeda dan hanya tergantung pada cara kita.Selalu merasa benar, paling kompeten, dan tidak pernah melakukan kesalahan.Duh... malaikat kali! :-)

Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara kitalah yang paling tepat, itu berarti kita tidak pernah mendengarkan. Ide dan opini kita sangat sukar untuk diubah jika fakta tidak mendukung keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta pun kita mungkin hanya akan sekedar meliriknya saja. Mungkin saat ini kita nyaman dengan cara kita, tapi untuk jangka waktu yg panjang, orang-orang akan menolak dan membenci kita.

Jika kita mau mulai mendengarkan orang lain, maka suatu saat kita akan menyadari kesalahan kita. Jawaban untuk mengatasi sifat ini adalah mengasah skill mendengar aktif. Mendengar tidak selalu dengan tutup mulut, tapi juga melibatkan partisipasi aktif kita. Mendengar yang baik bukan berharap datangnya giliran berbicara. Mendengar adalah komitmen untuk memahami pembicaraan dan perasaan lawan bicara kita. Ini juga sebagai bentuk penghargaan bahwa apa yang orang lain bicarakan adalah bermanfaat untuk kita.Pada saat yang sama kita juga bias mengambil manfaat yang maksimal dari pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah relationship. Jika kita melakukannya dengan baik, orang-orang akan tertarik dengan kita dan interaksi kita akan semakin harmonis.

Berikut teknik mudah yang dapat dipraktekkan oleh Abdul dengan sangat wajar untuk menjadi seorang pendengar yang baik :

1. Peliharalah kontak mata dengan baik. Ini menunjukkan kepada lawan bicara     tentang keterbukaan dan kesungguhan kita

2.Condongkan tubuh ke depan.Ini menunjukkan ketertarikan kita pada topik pembicaraan. Cara ini juga akan mengingatkan kita untuk memiliki sudat pandang yang lain,yaitu tidak hanya fokus pada diri kita.

3. Buat pertanyaan ketika ada hal yang butuh klarifikasi atau ada informasi baru yang perlu kita selidiki dari lawan bicara kita.

4. Buat selingan pembicaraan yang  menarik. Hal ini bisa membuat percakapan lebih hidup dan tidak monoton.

5. Cuplik atau ulang beberapa kata  yang diucapkan oleh lawan bicara kita. Ini menunjukkan bahwa kita memang mendengarkan dengan baik hingga hapal beberapa cuplikan kata.

6. Buatlah komitmen untuk memahami apa yang ia katakan, meskipun kita tidak suka atau marah. Dari sini kita akan mengetahui nilai-nilai yang diterapkan lawan bicara kita, yang mungkin berbeda dengan nilai yang kita terapkan.

Dengan berusaha untuk memahami, bias jadi kita akan menemukan sudut pandang,wawasan, persepsi atau kesadaran baru,yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya.

Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu, maka suatu saat kita akan merasakan manfaatnya.Prosesnya mungkin akan terasa lama dan menjemukan, tapi lama-kelamaan akan terasa berharganya upaya yang telah kita lakukan. Kita akan merasa lebih baik atas diri kita, hubungan kita, teman-teman kita, anak-anak kita, maupun pekerjaan.

Kesimpulan: Jadilah pendengar yang baik, karena sifat ini bisa menjadi kunci untuk mengembangkan pikiran yang positif, dan merupakan salah satu tangga Abdul untuk mencapai kesuksesan! :-)

Minggu depan saya akan mengirimkan artikel tentang "Tips Bagaimana Menciptakan Perubahan"

So, cek selalu emailnya, dan tunggu tulisan dari saya berikutnya! :-)

Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu!


Abdul, Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu!


### Repost! ### - please read!

Jika Abdul memiliki teman atau saudara yg ingin belajar 'Internet Marketing',atau ingin mengembangkan bisnis bahkan HOBI mereka lewat Internet, jangan lupa untuk memberitahu mereka belajar bersama saya ya! Abdul tinggal beritahu mereka situsnya:


Saya sudah menjalankan bisnis online ini sekitar 10 tahun! So, I know what I am doing! :-) Abdul, biaya kuliah sekarang semakin  mahal, dan persaingan untuk mendapatkan peluang pekerjaan offline semakin ketat! Saya yakin, sekolah saya, Asian Brain bisa menjadi salah satu jawaban bagi mereka yang ingin mengembangkan sayap pd dunia baru, yaitu Internet Marketing!

Biaya belajar / kursus di Asian Brain saat ini harganya Rp.1.750.000 pertahun! Jauh lebih murah dibandingkan biaya kuliah saat ini, bukan? :-) Saya mengajarkan setiap orang bagaimana cara memulai bisnis melalui internet secara setahap demi setahap melalui eBook dan video training! Tidak peduli orang itu gaptek, kalau sudah nonton video training dari saya, dijamin akan cepat mengerti! ;-)

Note: Biaya belajar/kursus satu tahun di atas bisa diduakalikan! Atau bias juga dilakukan dengan cara bulan perbulan.Keterangan lebih lanjut bisa Abdul baca di http://www.AsianBrain.com .Saya sarankan Abdul untuk mencobanya saja dulu, karena bulan pertamanya saya berikan GRATIS kok! :-) The last but not least... Abdul sudah cukup banyak membaca artikel motivasi dari saya sejauh ini, semuanya mudah dibaca dan dipahami bukan? :-) InsyaAllah pelajaran Internet Marketing yang saya berikan di Asian Brain juga sama, sangat mudah dipahami! :-) Jika Abdul atau teman Abdul belajar Bisnis Online bersama saya, saya jamin akan banyak mendapatkan ilmu baru! :-)

Murid saya saat ini sudah ada RIBUAN,tersebar dari Sabang sampai Merauke!Dan terus bertambah *setiap hari*Saat ini, masih banyak org yang tidak tau atau menyadari bahwa sebenarnya ada *banyak sekali* ladang emas yang bisa dikembangkan melalui internet! Kita bisa mempromosikan bisnis, bahkan HOBI kita secara 'Nasional' bahkan ke seluruh dunia!

Untuk itulah Asian Brain hadir, memberikan ilmunya! :-) Okay Abdul, anyway... jika ada pertanyaan seputar kursus internet marketing di Asian Brain, jangan sungkan untuk email melalui: admin@asianbrain.com Atau Abdul juga bisa telpon ke: (022) 5944-999, 5945-999, 5946-999

Jangan lupa untuk mengunjungi situsnya juga: AsianBrain.com di sana cukup banyak informasi yang akan menjawab semua pertanyaan Abdul! Ok! Sekian iklan dari saya! :-) Di bawah adalah artikel yang saya janjikan minggu kemarin untuk Abdul! Selamat membaca. Semoga bermanfaat! :-)

Anne Ahira
Asian Brain, CEO

http://www.AsianBrain.com
INTERNET MARKETING CENTER

---------------------------
Main Article :
---------------------------

Tentukan Perubahan - Jangan Menunggu!

Ditulis oleh: Anne Ahira

Abdul,

Banyak orang yang suka mengeluh dalam hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan nasib buruk yang menimpanya. Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan kehidupannya menjadi lebih baik, bukan? Ada pepatah bijak mengatakan :

     "You can not chance the wind direction,
       but you can only chance your wing
       direction"

Kita  tidak akan pernah bisa merubah arah angin, yang dapat kita lakukan adalah mengubah arah sayap. Dengan kata lain...'Realita' kehidupan tidak akan berubah kecuali kita sendirilah yang mengubah 'sudut pandang' terhadap realita yang ada! Fakta: "Tidak ada seorang pun yang memilih kita untuk sukses. Kita sendirilah yang menentukan pilihan tersebut!" Kebanyakan orang akan tertarik sejenak ketika diingatkan akan hal di atas, tapi kemudian berlalu kembali.... Sementara waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak pernah ada perubahan dalam hidupnya!

Sangat disayangkan. Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya  menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut.Menunggu bantuan orang lain, menunggu bantuan teman untuk mendapatkan pekerjaan yang enak, sampai menunggu warisan ;-)

Sekarang logikanya, jika memang hanya dengan menunggu perubahan itu akan datang, maka jumlah orang sukses seharusnya jauh lebih banyak.Bukankah kenyatannya tidak demikian?Lalu, jika ingin sukses, apa yang seharusnya kita lakukan? Ciptakan perubahan! Jangan selalu menunggu orang lain.

Berikut beberapa tips yang bisa membantu kita untuk menciptakan perubahan:

1. Do your best, whatever happens will be for the best!

Lakukan dan selesaikan semua tugas dan pekerjaan semaksimal mungkin, bukan hanya terus menunggu dan berharap. Lakukan semuanya dengan tujuan untuk selalu mendapatkan hasil *terbaik*  yang bisa Abdul capai!

2. Mulai buat jaringan seluas-luasnya.

Dengan banyak mengenal orang, maka pengetahuan kita akan semakin bertambah.    Seseorang yang kelihatannya sederhana  bisa jadi menyimpan kedalaman ilmu yang tidak kita duga! Oleh sebab itu, alangkah bijaknya jika kita menjadikan 'setiap orang adalah guru' dan kehidupan ini adalah universitasnya.

3. Berusahalah selalu untuk bersikap proaktif.

Sikap ini sangat diperlukan jika ingin mendapatkan kesempatan yang lebih luas dan cepat dalam berbagai macam hal!

4. Bersikaplah Fleksibel.

Cobalah untuk memahami suatu hal dari berbagai sudut pandang. Jangan    terpaku pada satu cara, yang bisa jadi  tidak lagi relevan kita gunakan.Dengan bersikap fleksibel, wawasan kita akan semakin bertambah. Satu hal penting yang harus selalu diingat: Kita-lah yang memutuskan untuk berubah.Kita-lah yang menentukan menjadi sukses,bukan orang lain!

Jika pilihan sukses tidak pernah kita ambil, maka orang lain akan mengambil pilihan tersebut.Dan, kita akhirnya hanya akan menyaksikan kesuksesan mereka, tanpa pernah merasakannya...

Bukankah Abdul tidak berharap demikian? Jika memang tidak, tentukan perubahan...MULAI HARI INI. Jangan terus menunggu! ^_^

Sukses untuk Abdul :-)

Bagaimana Cara Menyikapi Kritikan


Abdul, Bagaimana Cara Menyikapi Kritikan...

Untuk....
Abdul Halim Othman - Insan Manusia Yang Luar Biasa!

Abdul, Hari ini saya ingin berbagi tips tentang  bagaimana caranya menyikapi kritikan  yang  datang kepada diri kita!

Selamat membaca...Semoga bermanfaat! :-)

Anne Ahira
AsianBrain.com, CEO


---------------------------
Main Article :
---------------------------

Kritik Anda adalah Kue Anda

Ditulis oleh: Anne Ahira

Abdul,

"Anda tidak berhak dipuji kalau tidak
bisa menerima kritikan."  Halle Berry, 2005

Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan  Halle Berry, artis peraih Oscar melalui  film James Bond 'Die Another Day' di tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie  Award.

Razzie Award adalah penghargaan yang  diberikan kepada mereka yang dinilai
aktingnya buruk. Label pemain terburuk ini didapatkan Halle setelah memainkan
perannya di film 'Cat Woman'.

Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat pemberian penghargaan tersebut.

Tidak ada Aktor dan Artis lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya melalui video. Sambutannya sungguh menarik : "Saya menerima penghargaan ini dengan tulus.Saya menganggap ini sebagai kritik
bagi saya untuk tampil lebih baik di film-film saya berikutnya. Saya masih
ingat pesan ibu saya bahwa... 'Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak
bisa menerima kritikan'."

Tepukan tangan sambil berdiri sebagai bentuk ketakjuban dari para hadirin
sangat memeriahkan malam itu. Ya, sangat sedikit orang yang sanggup
menerima kritikan seperti Halle.

Nah, sekarang, apa arti kritik bagi Abdul? Apakah itu musibah buruk?
Seperti bencana yang tidak terduga, atau... simbol kehancuran diri? Adakah
yang bisa menganggap kritik layaknya ia menerima pujian?

Kritik memiliki banyak bentuk...

Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan, hingga cacian pedas.
Wajar saja jika setiap orang tidak suka akan kritik. Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan  pujian.

Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik? Tokh kita
hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia
ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik. :-)

Kalau Abdul suka sepak bola, pasti sering mengamati para komentator dalam
mengeluarkan pernyataan pedasnya. Padahal belum tentu kepandaian mereka
dalam mengkritik orang lain sebanding dengan kemampuannya jika disuruh
memainkan bola sendiri di lapangan. ;-)

Belum lagi para pakar dan pengamat politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka
ramai-ramai berkomentar kepada publik, seolah pernyataan merekalah yang paling
benar. :-)

Namun bukan itu permasalahannya!

Pertanyaannya sekarang adalah...seandainya Abdul mendapatkan kritikan,
yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus Abdul lakukan?. Jawabannya adalah...=> Nikmatilah setiap kritikan layaknya   kue kegemaran kita! Mungkinkah? Mengapa tidak! :-) Kita mempunyai wewenang penuh untuk
mengontrol perasaan kita.

Berikut tips untuk Abdul saat menghadapi
kritik:

1. Ubah Paradigma Abdul Terhadap Kritik

Abdul, tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski tidak
semua kritik itu benar dan perlu ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan
adanya yang *masih peduli* kepada kita. Coba perhatikan perusahaan-perusahaan
besar yang harus mengirimkan berbagai survey untuk mengetahui kelemahannya.

Bayangkan jika Abdul harus melakukan hal yang sama, mengeluarkan banyak uang
hanya untuk mengetahui kekurangan Abdul! LoL. :-)

Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan
menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada
sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.

2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik

Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang disampaikan. Abdul bisa
belajar dari mereka dan melakukan koreksi terhadap diri Abdul. Bisa jadi
kritik yang disampaikan benar adanya.Jika perlu, justru carilah orang yang
mau memberikan kritik sekaligus saran kepada Abdul. Tokh Abdul tidak akan
menjadi rendah dengan hal itu.

Justru sebaliknya, pendapat orang bias jadi membuka persepsi, wawasan, maupun
paradigma baru yang mendukung goal Abdul.

3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!

Tanggapi kritik dengan bijak. Abdul tidak perlu merasa marah atau
memasukkannya ke dalam hati. Toh menyampaikan pendapat adalah hak semua
orang.

Nikmatilah apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya untuk
ringan dalam mema'afkan seseorang.Anggaplah semua itu untuk perbaikan
yang menguntungkan Abdul kelak.

Jangan pernah Abdul balas kritik dengan kritik. Karena hal ini hanya akan
membuat perdebatan, menguras tenaga & pikiran. Tidak ada gunanya...

4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^

Ini semua bisa melatih mental kita agar bisa *tegar* menghadapi ujian yang
lebih hebat di kemudian hari. Singkatnya, kita memang hanya layak
dipuji jika sudah berani menerima kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian Abdul untuk menikmati kritik layaknya menikmati kue Abdul.

Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan datang apabila kita sudah melakukan
sesuatu yang berharga. So, jangan pernah bosan untuk memburu
kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan lapang dada! :-)


Aku Ingin Jadi Spider Man!


Abdul,
Hari ini saya tidak nulis artikel,
tapi saya mau berbagi cerita! :-)
Waktu umur saya 23 tahun, saya pernah
loncat dari atap rumah lantai dua!
Saya terinsipirasi setelah nonton film
'Spider Man', yang bisa loncat dari
satu gedung ke gedung lainnya... saya
pikir wah asyik sekali kalau saya bisa
seperti itu! ;-)
Ntah apa yang ada dalam pikiran saya,
tapi saya terobsesi waktu itu ingin
bisa melayang seperti Spider Man!
Bodoh nian memang! lol..
Lalu apa yang saya lakukan waktu itu?
Saya ikat seutas tali pada sebuah pohon
mangga yang tinggi, dan lalu saya tarik
ke atap rumah lantai dua, dan
meloncatlah saya dari sana!
Beberapa detik sih saya sempat melayang
di udara, dan rasanya, uh..nikmaaat sekali.
Tapi tidak lama kemudian...
Dubrakk..!
Saya nabrak pohon mangga, Aw! :-(
Sebenarnya, saya berniat melayang
ke kiri, tapi nggak tahu kenapa kok
melayangnya jadi ke kanan?!
Spider Man salah perhitungan! Bodo
matematika!
Alhasil...kaki kananku patah, dan
jangan ditanya rasanya seperti apa...
manizzzz pokoknya! Apalagi ditambah
dimarahin sama Mama. weks!
Untuk mengurangi rasa sakit, meski
tidak nyambung, saya pun marah-marah
sama pohon mangga...
"Dasar, pohon mangga durjana! Kenapa
kamu tumbuh di sana?? Jadi aja aku
nabrak kamu...!! huh!!"
Keponakanku yang kecil bertanya-tanya
"Nenek, kenapa tante Hira marah-marah
sama pohon mangga?"
Mamaku dengan sangat kalem menjawab
"Karena Tante-mu bodoh". lol .. ok,
kuakui itu Mam...! :-p
Tidak lama kemudian saya langsung
dibawa ke Rumah Sakit, dan setelah itu
2 minggu saya tidak bisa berjalan. :-(
Tiap bangun tidur, saya pasti menangis.
Karena posisi tidurnya saya nggak
karuan kayaknya, jadi aja kakiku tambah
nud..nud.. nud.. gitu!
Udah nud..nud.. nud... eeh.. aku sering
diolok-olok lagi sama adik ku...
Kalo aku lewat & pake tongkat, dia suka
bilang "Psst.. ada Spiderman cacat lewat"
ato kalau aku lagi nangis, dia dari kamar
sebelah teriak "Masa, Spiderman nangis?!!"
Whoaaa!! Kalo kaki ku tak sakit, dah ku
cundil dia!!
Plus, belum lagi Mama ku yang
terus-terusan mengomeliku...
"Kamu ini udah dewasa, seharusnya bisa
jadi contoh yang baik, ini kok malah
loncat seperti mau bunuh diri!? Apa yang
akan kamu ceritakan nanti kalau kamu
punya suami (waktu itu saya belum
menikah) dan satu saat kamu punya
anak?"
Hmm... kalo saya nanti punya anak,
ngomongnya apa ya?! Kayaknya saya 'mo
jujur saja sama mereka!
"Nak..nak... dulu Mama pingin jadi
Spider Man, tapi nggak jadi, gara-gara
nabrak pohon mangga!" :-o
Dan kalau satu saat suamiku tahu
ternyata istrinya ingin jadi Spiderman,
palingan aku tinggal bilang...
"Suamiku, kalau aku jadi SpiderMan,
maukah kau jadi Batman?"
*Dubrakk! (Palingan dia pingsan!) hay..hay.
Anyway, Abdul mau tahu kenapa saya
ceritakan semua ini?
Alih-alih belum lama ini saya tdk
sengaja ketemu dengan dokter yang
merawat kakiku waktu itu. Dan saya
kaget, dia masih ingat kejadian itu!!
Beliau bilang... "Aah! Saya tahu,
si kamu yg loncat dari lantai 2 yg
kepingin jadi Spiderman itu ya?!"
aaah... dokter.. jangan bilang gitu
dunk.. saya jadi pingin malu neh...!
Aku sekarang udah jadi wanita dewasa!
Sumpah! ^_^
Tapi kemudian saya berpikir, hmmm....
bagaimana pun itu memang sejarahku!
So, ok deh! Biarin semua orang tahu...
AKU pernah INGIN JADI SPIDER MAN!
Tak peduli aku sekarang jadi CEO, tapi
aku memang pernah melakukan banyak hal
konyol dalam hidupku! Dan di atas
adalah salah satunya! ^_^
Afterall, saya punya motto hidup:
"Kekayaanku yang sejati adalah apa
adanya aku, bukan apa yang kumiliki"
Ok Abdul! Cukup sekian intermezo dari saya
kali ini. Kalo Abdul punya pengalaman konyol,
please sharing with me! :-)
Jadi saya tidak merasa konyol nian
sendirian! ^_^
Temanmu,
Spider Man Wanna-be!

Seperti Apa Anda Mengukir Sejarah?


-----------------------------------------------------------------------
** Asian Brain Newsletter - Think & Succeed! **
Jumlah Pembaca: 100,000 +
Anne Ahira - Publisher
--------------------------------------------------------------------------
Untuk....
Abdul Halim Othman - Temanku yang baik hati!
Tidaklah penting berapa lama kita
hidup! Satu hari, atau seratus tahun...
Hal yang benar-benar penting adalah
APA yang kita telah kita lakukan
selama hidup kita, yang bermanfaat
bagi orang lain!
Anne Ahira
Asian Brain, CEO
---------------------------
Main Article :
---------------------------
Seperti Apa Anda Mengukir Sejarah?
Ditulis oleh: Anne Ahira
"The difference between a successful
person and others is in a lack of will"
~ Vince Lombardi, Football Coach
Abdul, kebanyakan manusia cukup puas
hanya dengan...
Lahir - Hidup - dan lalu meninggal.
Hingga akhirnya yang tertinggal hanya
tiga baris di batu nisannya :
Si X, lahir tanggal sekian, dan meninggal
tanggal sekian!
Inginkah Abdul menjalani hidup apa
adanya seperti itu?
Seperti apa Abdul mengukir sejarah?
Ada 3 hal yang bisa membedakan Abdul
dengan kebanyakan orang dalam mengukir
sejarah, yaitu...
Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan.
1. Kemauan
Kemauan menjadi kata kunci yang paling
penting dalam menentukan sejarah hidup
Abdul.
Abdul mau menjadi apa? Seperti apa? dan
di mana? Tentunya hanya Abdul yang
paling mengetahuinya!
Cobalah catat semuanya. Baik itu
melalui memori, diary, atau melalui
selembar kertas sekali pun! Abdul pasti
punya kemauan!
Jangan pernah katakan Abdul tidak punya
kemauan. Hidup itu terlalu pendek untuk
disia-siakan.
2. Keilmuan
Percaya, segala sesuatu itu pasti ada
ilmunya! Jika Abdul punya kemauan dan
memiliki ilmunya, maka segala usaha
akan tercapai dengan lebih baik.
Itu sebabnya Abdul harus mau belajar
dan belajar. Abdul bisa belajar dimana
saja, kapan saja, dan dengan siapa
saja.
Ingat, tidak pernah ada kata terlambat
untuk belajar, mengenal, memahami, dan
mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat
bagi kehidupan Abdul, begitu juga bagi
orang lain.
Dan satu lagi....
3. Kesempatan
Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka
tinggal kesempatanlah yang memutuskan
apakah Abdul bisa mengukir sejarah
dengan baik atau tidak.
Kesempatan ini bisa datang dari mana
saja, tergantung kecekatan Abdul dalam
memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Kita tahu, seringkali kesempatan itu
hadir, tapi kita tidak mampu
memanfaatkannya dengan benar, karena
keilmuannya kurang, meski keinginan
kita itu sebenarnya sudah besar.
Jika ini terjadi, tidak jarang orang
menyesal dan kadang menjadi berfikir
bahwa nasib selalu tidak berpihak
padanya.
Sebenarnya tidak demikian Abdul! Dia
hanya tidak tahu bagaimana cara
menyatukan 3K! Yaitu...
Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan!
Nah, sekarang Abdul tahu, apa yang
harus dilakukan untuk bisa mengukir
sejarah dengan baik dalam hidup Abdul!
Padukan antara kemauan, keilmuan dan
kesempatan. Jika kemauan sudah ada,
keilmuan sudah ada, maka kesempatan itu
sebenarnya bisa dicari dan diupayakan!
Dan percaya... ketika ketiga unsur ini
berpadu dalam hidup Abdul, maka sejarah
kebesaran tentang Abdul telah dimulai. :-)
Selamat mencoba!

Abdul, Di Mana Tempat Terbaik Kita?


** Asian Brain Newsletter - Think & Succeed! **
Jumlah Pembaca: 100,000 +

Anne Ahira - Publisher

--------------------------------------------------------------------------

Untuk....

Abdul Halim Othman - Temanku yang baik hati!

Saat saya menulis artikel ini, saya sedang
berada di Amerika. Saya menerima sebuah
sms dari seorang kawan di Indonesia yang
mengatakan..

"Ahira, saya ingin sekali pergi ke Amerika,
karena di sana pastilah saya bisa berhasil!"

SMS dari teman saya membuat saya berpikir,
kayaknya pikiran dia bisa jadi sama dengan
pikiran banyak teman-teman saya yang lain,
mereka yang selalu memikirkan kalau
'tempat lain' pasti lebih cocok untuknya bisa
menggapai sebuah kesuksesan!

Oleh sebab itu saya menulis sebuah artikel
dengan judul:

"Di Mana Tempat Terbaik Kita?"

Semoga tulisan saya bermanfaat, dan bisa
dijadikan inspirasi untuk Abdul!

Minggu depan, saya akan mengirimkan
artikel lanjutan untuk Abdul dengan judul:
"Saat Kenyataan Tidak Sesuai Dengan Impian"

Okay, selamat membaca! :-)

Anne Ahira
Asian Brain, CEO
INTERNET MARKETING CENTER

------------------------
Main Article:
------------------------

So, Di Mana Tempat Terbaik Kita?

Ditulis oleh: Anne Ahira

Abdul,

Dimanapun kita berada, maka disitulah
tempat terbaik kita..!

Seringkali kita merasa terkungkung
dengan lingkungan dimana kita berada.

Tidak jarang orang berpikir dan merasa
bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk
bisa meraih sukses.

Misalnya mereka yang hidup di daerah
terpencil, merasa susah, dan jauh untuk
mendapat sentuhan teknologi, atau
menerima informasi terbaru dengan cepat.

Hingga berpikir, begitu susahnya
berjuang dan mengembangkan usaha.

Sebaliknya, mereka yang hidup di kota
besar berpikir betapa sesaknya dunia.
Begitu ketatnya tingkat persaingan
hidup.

Dimana pun berada, saling sikut, saling
senggol, saling tendang. Hingga akhirnya
memutuskan, memang susah untuk menjadi
yang terdepan.

Dalam berjuang segala sesuatunya memang
seringkali tidak sesuai keinginan kita.
Bisa jadi kita merasa lingkungan tidak
lagi ramah, dan kondisinya tidak nyaman.

Padahal sesungguhnya, dimanapun kita
berada, pahami bahwa ITULAH tempat
terbaik kita. Tempat dimana kita hidup,
tempat di mana kita memperjuangkan apapun
yang kita inginkan.

Sekarang, mari kita renungkan sejenak...

1. Jika kita selalu saja berpikir bahwa
tempat lain adalah lebih baik, maka
sampai kapan kita akan mulai berjuang?

2. Jika kita selalu saja menunggu
datangnya kesempatan emas di tempat
lain, berapa banyak waktu yang
terbuang, hanya sekadar untuk
menunggunya?

3. Jika kita selalu saja menunda apapun
yang bisa kita lakukan di tempat kita
berada sekarang, maka berapa banyak
kesempatan yang terbuang percuma?

Dan masih banyak lagi hal yang perlu
kita renungkan..!

Karenanya, jika saja kita mau berpikir
bahwa inilah tempat terbaik kita, maka
kita akan memiliki kesadaran dan kemampuan
untuk membuat segala sesuatunya menjadi
lebih baik, lebih bernilai, dan penuh arti!

Abdul temanku...

Kita semua memiliki kesempatan emas untuk
menjadi besar & benar dimana saja... asal,
kita mau memperjuangkannya!