Abdul, Memimpin Adalah Mendengarkan


Anne Ahira Newsletter Think & Succeed ! Jumlah Pembaca:  500,000+
----------------------------------

"Kepemimpinan bagi saya berarti tugas,
kehormatan dan negara. Itu berarti karakter dan itu berarti mendengarkan dari waktu ke waktu" - George W. Bush

Dear Abdul,

Kebanyakan orang cenderung lebih senang membicarakan dirinya sendiri dibandingkan mendengarkan. Hanya orang-orang  berpengaruh yang memahami nilai luar biasa jadi pendengar yang baik. Seperti yang
dikatakan senator Amerika Serikat,Lyndon B. Johnson, Anda tidak akan pernah belajar apa-apa jika Anda terus bicara. 

Kemampuan mendengarkan secara cerdas merupakan kunci untuk dapat mempengaruhi orang lain. Mendengarkan memberikan manfaat dalam membangun hubungan, meningkatkan pengetahuan,
membangkitkan ide, membangun loyalitas dan menunjukan rasa hormat kepada orang lain.

Sekilas mendengarkan orang lain tampak hanya menguntungkan mereka, tetapi dengan menjadi pendengar yang baik, Anda sebenarnya menempatkan diri pada posisi membantu diri sendiri.Melalui mendengarkan, Anda memiliki kemampuan untuk mengembangkan hubungan yang lebih kuat, mengumpulkan informasi berharga dan meningkatkan pemahaman  Anda mengenai diri sendiri dan orang lain. Herb Cohen, seorang negosiator terbaik dunia mengatakan:

"Mendengarkan secara efektif membutuhkan lebih dari sekedar mendengarkan kata-kata yang
disampaikan orang. Mendengarkan menuntut Anda menemukan makna dan pemahaman atas apa yang sedang dikatakan. Lagi pula, makna bukan terletak di dalam kata-kata, melainkan di dalam seseorang."Abdul, jadilah pendengar baik, sebelum menjadi pembicara yang baik. :-)

Abdul, Karakter & Kepemimpinan


Anne Ahira Newsletter Think & Succeed! Jumlah Pembaca:  500,000+
----------------------------------

"Kebanyakan orang mengatakan
intelektualitaslah yang membuat seorang ilmuwan  hebat. Mereka salah, yang membuatnya hebat adalah karakter" - Albert Einstein

Dear Abdul,

Jenderal H. Norman Schwarzkopf pernah mengatakan, "Kepemimpinan adalah kombinasi yang sangat kuat dari strategi dan karakter. Namun jika harus memilih salah satunya, pilihlah karakter."
Karakter dan kredibilitas selalu berjalan bersama. Kepemimpinan tanpa kredibilitas cepat atau lambat akan hancur. 

Lihat saja kepemimpinan yang diguncang oleh skandal korupsi, sex atau hak asasi manusia, seperti yang
terjadi pada mantan presiden Amerika, Richard Nixon, Bill Clinton atau para petinggi perusahaan Enron yang memanipulasi data keuangannya.Karakter membuat kita dipercaya dan rasa percaya membuat kita bisa memimpin. Seorang pemimpin tidak pernah membuat komitmen kecuali ia melaksanakannya dan ia benar-benar melakukan segalanya untuk menunjukan integritas, sekalipun hal itu tidak nyaman baginya.

Seorang pemimpin berkarakter kuat akan dipercayai banyak orang. Mereka mempercayai kemampuan pemimpin tersebut untuk mengeluarkan kemampuan mereka yang tertahan.Jika seorang pemimpin tidak memiliki karakter yang kuat, ia tidak mendapatkan respek dari pengikutnya. Respek diperlukan bagi sebuah
kepemimpinan yang bertahan lama.

Seorang pemimpin memperoleh respek dengan mengambil keputusan yang berani dan mengakui  kesalahannya. Iajuga lebih mendahulukan kepentingan terbaik pengikut dan organisasi dibandingkan kepentingan pribadinya.Kepercayaan adalah dasar kepemimpinan. Rusak kepercayaan,
berakhir pulalah sebuah kepemimpinan.

Abdul, Harga Sebuah Perubahan



Anne Ahira Newsletter Think & Succeed! Jumlah Pembaca:  500,000+
----------------------------------

"Bukan yang paling kuat yang bisa
bertahan hidup, bukan juga yang paling pintar. Yang paling bisa
bertahan hidup adalah yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan." - Charles Darwin

Dear Abdul yang mudah beradaptasi,Untuk bertumbuh, Anda perlu melakukan perubahan. Suatu perubahan selalu menuntut pengorbanan Anda. Baik itu keuangan, waktu, energi atau kreativitas. Kenyataannya, perubahan tanpa pengorbanan bukanlah perubahan yang sebenarnya! Sebagian orang ada yang menganggap
perubahan adalah pertumbuhan, sebagian lagi ada yang beranggapan perubahan adalah penderitaan.

Jika Anda memandang perubahan itu sebagai pertumbuhan, apapun itu pengorbanannya walaupun membuat Anda lebih sedikit menderita, ingat saja pada hasil akhirnya.Seekor ulat harus berjuang dalam kepompong sebelum menjadi kupu-kupu cantik. Sebuah mutiara pun dihasilkan dari pasir yang masuk ke dalam tubuh
kerang yang halus. Untuk menghasilkan mutiara cantik yang berharga ini, sebuah kerang harus menahan sakit
yang luar biasa.

Jika Anda ingin merombak keadaan yang telah mapan, pakar manajemen Tom Peters memberikan nasihatnya, "Jangan guncang perahunya. Tenggelamkan dan mulailah bangun yang baru."Kadang-kadang Anda harus keluar dari zona aman dan memusnahkan yang lama untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan lebih baik. Jangan biarkan Anda lumpuh oleh ide-ide perubahan. Beradaptasilah.
Lihatlah sebagai peluang yang lebih menguntungkan.

Dipetik daripada : Email Ibuguru Anne Ahira

Abdul, Sikap Anda Adalah Aset Terpenting


Anne Ahira Newsletter
Think & Succeed!
Jumlah Pembaca:  500,000+
----------------------------------

Kelemahan sikap menjadi kelemahan
karakter - Albert Einstein

Dear Abdul,

Sikap atau attitude Anda adalah kendaraan untuk mencapai potensi Anda sepenuhnya.Robert Hall International, sebuah perusahaan konsultan di San Francisco, meminta para vice president dan direktur-direktur sumber daya manusia dari 100 perusahaan terbesar di Amerika untuk menyebutkan satu alasan utama mereka memecat seorang pekerja.Jawabannya sangat menarik dan menggarisbawahi sikap dalam dunia bisnis:


  •   Tidak kompeten : 30%
  •   Ketidakmampuan bekerja sama
       dengan pekerja lain : 17%
  •   Ketidakjujuran atau berdusta : 12%
  •   Sikap negatif : 10%
  •   Kurang motivasi : 7%
  •   Kegagalan atau menolak mengikuti
        perintah : 7%
  •   Alasan lain-lain: 8% 
  • Walaupun peringkat satu adalah kompetensi, tetapi alasan terbanyak adalah masalah sikap (tidak jujur,
    negatif, kurang motivasi, dll).Selain itu, The Carnegie Institute menganalisis catatan 10.000 orang dan
    menyimpulkan bahwa 15% kesuksesan berkaitan dengan pelatihan teknis dan 85% selebihnya adalah masalah kepribadian dan sikap.Sikap kita menentukan apa yang kita lihat dan bagaimana kita menangani perasaan kita.

    Menurut John C. Maxwell, dua faktor ini sangat menentukan kesuksesan kita. Karena itu, pastikan sikap Anda menjadi aset terbesar Anda, bukan kewajiban terbesar Anda.


    Dipetik daripada : Email Ibuguru Anne Ahira

    Abdul, Dominasi Pikiranmu Dengan Afirmasi

    Anne Ahira Newsletter  Think & Succeed! Jumlah Pembaca:  500,000+
    ----------------------------------

     
    "Sukses adalah sebuah proses, kualitas dari pikiran dan cara sikap, affirmasi kehidupan yang keluar" -Alex Noble

    Dear Abdul,  

    Penelitian-penelitian muktahir menunjukan betapa hebatnya kekuatan pikiran bawah sadar yang dibangun
    melalui affirmasi kalimat positif dalam pencapaian mimpi seseorang. Salah satu orang besar yang menerapkannya adalah Muhammad Ali.Sebelum naik ring dan bertarung dengan lawannya, dalam sebuah
    wawancara televisi, Ali mengaku ia selalu melakukan affirmasi

    "Aku petinju hebat. Apa pun yang terjadi , aku tetap petinju yang hebat. Akulah petinju terbaik di
    dunia ini" begitu katanya dalam hati.Ketika wartawan menanyakan alasannya, Ali menjawab, "Kalimat itu memberiku rasa percaya diri, menguatkan keinginanku dan membulatkan konsentrasiku pada target yang ingin aku capai. Jika akhirnya aku gagal, aku akan belajar dari kegagalan dan berlatih lebih giat lagi hingga berhasil."

    Ali juga menambahkan,"Pikiran sangat berpengaruh, pikiran bisa menjadi penyebab kegagalan dan bisa pula menjadi pendukung keberhasilan. Pikiran adalah sumber percaya diri."Ali pun menjadi juara tinju dunia legendaris sepanjang masa.   Kepercayaan diri besar pengaruhnya terhadap kesuksesan karir dan
    kehidupan. Maka dari itu, tanamkan percaya diri yang besar dalam diri Abdul, jika Abdul ingin berhasil dan sukses dalam hal apapun.

    Kisah Tukang Kayu


    Dear......

    Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun.Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya.Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang
    kayu terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya.

    Namun ia juga tidak bisa memaksa.Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang
    mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya.Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata karena ia sudah berniat untuk pensiun maka ia akan mengerjakannya tidak dengan segenap hati.Sang mandor hanya tersenyum dan berkata, "Kerjakanlah dengan yang terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik
    yang ada."

    Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas-malasan. Ia asal-asalan membuat rangka
    bangunan, ia malas mencari, maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah. Sayang sekali, ia memilih
    cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya.Saat rumah itu selesai. Sang mandor datang untuk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, "Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu!"

    Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak awal ia tahu bahwa ia sedang
    membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya, ia harus tinggal di rumah yang ia bangun dengan asal-asalan.Inilah refleksi hidup kita!

    Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini. Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan Anda. Setiap kali Anda
    memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah dengan segenap hati dan bijaksana.
    Sebab kehidupanmu saat ini adalah akibat dari pilihanmu di masa lalu. Masa depanmu adalalah hasil dari keputusanmu saat ini.

    Melepas Amarah, Meraih Keikhlasan


    "Terus memendam amarah sama seperti menggenggam bara panas untuk dilontarkan kepada seseorang, Andalah yang akan terbakar"-  Sidharta Gautama

    Dear Abdul yang baik & sabar hatinya...Dalam hidup memang wajar kalau ada peristiwa-peristiwa yang membuat kita marah dan kecewa. Tapi cepat kendalikan emosi Anda kembali. Jangan biarkan rasa amarah, dendam, iri, kesal atau kecewa kepada pasangan, teman, rekan kerja, atau atasan di kantor bercokol lama di hati kita.   

    Kekesalan, amarah dan kekecewaan hanya akan mengaktifkan hukum tarik menarik, membuat Anda menerima apa yang Anda berikan.  Bila kesal pada pasangan atau ada kawan yang mengingkari janji, lalu
    Anda menyalahkan mereka atas kekacauan semua itu, maka Anda akan mendapatkan kembali keadaan
    yang dipersalahkan itu. 

    Kembalinya keadaan itu tidak harus selalu dari orang yang Anda salahkan, tetapi sejatinya Anda akan mendapatkan kembali keadaan yang Anda salahkan itu.Ikhlaskanlah, maafkanlah. Hati akan terasa lebih lega dan ringan dalam menjalani hidup, lebih fokus terhadap tujuan hidup tanpa terbebani penyakit-penyakit hati yang hanya akan menghabiskan energi positif.

    "Jika saya mengikhlaskan diri saya, saya menjadi yang saya inginkan. Jika saya mengikhlaskan yang saya punya, saya akan menerima apa yang saya butuhkan" -  Tao Te Ching

    Semoga Tuhan mengaruniai sabar yang tak terbatas dan ikhlas yang tak bertepi untuk kita semua, sehingga apapun rintangan dan cobaan yang dilalui akan terasa lebih ringan. :-)

    Komitmen Sejati...


    Teman yang setia...

    Dalam sebuah hubungan agar bisa berjalan dengan lancar dibutuhkan sebuah komitmen yang besar. Bukan
    sekedar sebuah pernyataan bahwa Anda menyukai hubungan ini dan ingin menjalaninya.Sangat mudah untuk berkomitmen dalam hubungan ketika hubungan itu berjalan lancar, menyenangkan, atau memabukkan.

    Namun ketika hubungan itu mulai menemui masalah, tantangan, ganjalan, tidak sedikit yang berucap, "aku
    serius dengan hubungan kita, sayangnya hubungan ini tidak berjalan lancar seperti yang diharapkan."Komitmen sejati dalam sebuah hubungan adalah ketika Anda mau berkorban di dalamnya.
    Sangat mudah untuk meminta pasangan untuk berubah, namun apakah Anda bisa berubah juga? Cobalah untuk berubah terlebih dahulu, lalu lihatlah bagaimana hal tersebut membawa perbedaan.

    Untuk membangun komitmen dalam sebuah hubungan diperlukan 3 hal yang sederhana namun tidak mudah
    dilakukan, yaitu: kerja keras, waktu, dan kejujuran. sahabatku, maukah Anda melakukannya dalam hubungan Anda?