Bagaimana Cara Menyikapi Kritikan
Abdul, Bagaimana Cara Menyikapi Kritikan...
Untuk....
Abdul Halim Othman - Insan Manusia Yang Luar Biasa!
Abdul, Hari ini saya ingin berbagi tips tentang bagaimana caranya menyikapi kritikan yang datang kepada diri kita!
Selamat membaca...Semoga bermanfaat! :-)
Anne Ahira
AsianBrain.com, CEO
---------------------------
Main Article :
---------------------------
Kritik Anda adalah Kue Anda
Ditulis oleh: Anne Ahira
Abdul,
"Anda tidak berhak dipuji kalau tidak
bisa menerima kritikan." Halle Berry , 2005
Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan Halle Berry , artis peraih Oscar melalui film James Bond 'Die Another Day' di tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie Award.
Razzie Award adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka yang dinilai
aktingnya buruk. Label pemain terburuk ini didapatkan Halle setelah memainkan
perannya di film 'Cat Woman'.
Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat pemberian penghargaan tersebut.
Tidak ada Aktor dan Artis lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan pesannya melalui video. Sambutannya sungguh menarik : "Saya menerima penghargaan ini dengan tulus.Saya menganggap ini sebagai kritik
bagi saya untuk tampil lebih baik di film-film saya berikutnya. Saya masih
ingat pesan ibu saya bahwa... 'Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak
bisa menerima kritikan'."
Tepukan tangan sambil berdiri sebagai bentuk ketakjuban dari para hadirin
sangat memeriahkan malam itu. Ya, sangat sedikit orang yang sanggup
menerima kritikan seperti Halle .
Nah, sekarang, apa arti kritik bagi Abdul? Apakah itu musibah buruk?
Seperti bencana yang tidak terduga, atau... simbol kehancuran diri? Adakah
yang bisa menganggap kritik layaknya ia menerima pujian?
Kritik memiliki banyak bentuk...
Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan, hingga cacian pedas.
Wajar saja jika setiap orang tidak suka akan kritik. Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan pujian.
Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik? Tokh kita
hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan nyatanya, di dunia
ini lebih banyak orang yang suka mengkritik, daripada dikritik. :-)
Kalau Abdul suka sepak bola, pasti sering mengamati para komentator dalam
mengeluarkan pernyataan pedasnya. Padahal belum tentu kepandaian mereka
dalam mengkritik orang lain sebanding dengan kemampuannya jika disuruh
memainkan bola sendiri di lapangan. ;-)
Belum lagi para pakar dan pengamat politik, ekonomi, maupun sosial. Mereka
ramai-ramai berkomentar kepada publik, seolah pernyataan merekalah yang paling
benar. :-)
Namun bukan itu permasalahannya!
Pertanyaannya sekarang adalah...seandainya Abdul mendapatkan kritikan,
yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus Abdul lakukan?. Jawabannya adalah...=> Nikmatilah setiap kritikan layaknya kue kegemaran kita! Mungkinkah? Mengapa tidak! :-) Kita mempunyai wewenang penuh untuk
mengontrol perasaan kita.
Berikut tips untuk Abdul saat menghadapi
kritik:
1. Ubah Paradigma Abdul Terhadap Kritik
Abdul, tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski tidak
semua kritik itu benar dan perlu ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan
adanya yang *masih peduli* kepada kita. Coba perhatikan perusahaan-perusahaan
besar yang harus mengirimkan berbagai survey untuk mengetahui kelemahannya.
Bayangkan jika Abdul harus melakukan hal yang sama, mengeluarkan banyak uang
hanya untuk mengetahui kekurangan Abdul! LoL. :-)
Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja akan
menyenangkan jika mengetahui secara langsung kekurangan kita, daripada
sekedar menerima dampaknya, seperti dikucilkan misalnya.
2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik
Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang disampaikan. Abdul bisa
belajar dari mereka dan melakukan koreksi terhadap diri Abdul. Bisa jadi
kritik yang disampaikan benar adanya.Jika perlu, justru carilah orang yang
mau memberikan kritik sekaligus saran kepada Abdul. Tokh Abdul tidak akan
menjadi rendah dengan hal itu.
Justru sebaliknya, pendapat orang bias jadi membuka persepsi, wawasan, maupun
paradigma baru yang mendukung goal Abdul.
3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!
Tanggapi kritik dengan bijak. Abdul tidak perlu merasa marah atau
memasukkannya ke dalam hati. Toh menyampaikan pendapat adalah hak semua
orang.
Nikmatilah apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya untuk
ringan dalam mema'afkan seseorang.Anggaplah semua itu untuk perbaikan
yang menguntungkan Abdul kelak.
Jangan pernah Abdul balas kritik dengan kritik. Karena hal ini hanya akan
membuat perdebatan, menguras tenaga & pikiran. Tidak ada gunanya...
4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^
Ini semua bisa melatih mental kita agar bisa *tegar* menghadapi ujian yang
lebih hebat di kemudian hari. Singkatnya, kita memang hanya layak
dipuji jika sudah berani menerima kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian Abdul untuk menikmati kritik layaknya menikmati kue Abdul.
Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan datang apabila kita sudah melakukan
sesuatu yang berharga. So, jangan pernah bosan untuk memburu
kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan lapang dada! :-)
6:50 PTG
|
|
This entry was posted on 6:50 PTG
You can follow any responses to this entry through
the RSS 2.0 feed.
You can leave a response,
or trackback from your own site.
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
0 ulasan:
Catat Ulasan